Selasa, November 18, 2008

Sebuah dialog dalam diam

Awalnya aku hanya tersenyum,
dan ternyata kaupun hanya tersenyum.

Setelah itu aku hanya diam,
dan ternyata kaupun hanya diam.

Selanjutnya kuputuskan hanya mengadah,
dan kaupun memutuskan untuk mengangguk.

Seterusnya aku selalu tersenyum,
kaupun selalu tersenyum lebih indah.

Akhirnya aku benar benar tak berkata,
jiwaku tersipu.
Dan kau menunduk malu,
pipimu memerah...

sepasang merpati di atas sana.

11 november, sebuah kantin.

Tidak ada komentar: