Jumat, Oktober 17, 2008

Penyiksaan Paling Indah Adalah Mengenangmu

- Untuk sebuah cerita yang terlalu cepat mencapai akhir-

Dari perjalanan panjang sang masa yang lapuk,
masih aku hirup wangi ucapanmu pada suatu senja.
Di mana hati, perasaan, kisah serta senyuman. Menyeret
ke dalam bayang bayang yang menggoda keimanan kita.
Awan berwarna oranye memancarkan cahaya kelelahan sang mentari.
kita menikmatinya dengan diam dan membiarkan hati masing masing
berbicara. Tentang cinta, tentang rasa. Tak lupa sedikit intermezo
berupa dusta. " keindahan yang fana, lahirlah!"

Aku buka pikiranku pada bab kenangan denganmu.
lidahku mengecap lezat tatapanmu yang penuh hasrat.
bunyi decitan marmut mengerat jeruji kandangnya,
Aku terlempar pada bayangan wajahmu yang memukau.
yang mengisyaratkan ketulusan pada awal tatapan, lalu
begitu mudah menjelma dan merekah menjadi pendustaan.
hingga tersadar, cinta buyar.

Penyiksaan paling indah adalah mengenangmu
dosa paling mengesankan adalah menggenggam tanganmu.
walau tak ada lagi sebenarnya hubungan kita. Namun,
jiwa ini bergetar bagai perjalanan kereta tua, setiap kali
angin menghembuskan wangi tubuhmu, bersama menyengat
bau dupa dan bunga tujuh rupa. " Angin, tolonglah aku!"
Hembuskan lagi semuanya, tapi berhentilah. Saat
wangi tubuhnya telah bercampur...

bau tanah merah...

Tidak ada komentar: